Showing posts with label STEMA. Show all posts
Showing posts with label STEMA. Show all posts

November 10, 2008

10 Hal tentang Seorang Audrey Cornu

Saatnya mengumpulkan tugas setelah lama mengerjakan hal-hal lain. Pak Candra, ini jawaban saya:

10 Hal tentang Seorang Audrey Cornu

1. Waktu kecil, saya sangat cengeng.
Ibu saya masih menyimpan "Buku Penghubung" milik saya sewaktu TK, sebuah buku yang dimiliki tiap anak dan berfungsi sebagai media komunikasi guru dengan orangtua murid. Disitu saya pernah membaca surat dari ibu saya untuk ibu guru di sekolah yang bunyinya kira-kira seperti ini:
"Ibu Guru Yth.,
pagi ini Audrey tidak mau sekolah. 'Libur,' katanya [padahal tidak libur-penulis]. Setelah saya ajak bicara, Audrey bercerita bahwa di sekolah ada seorang anak SD yang suka mengganggunya. Katanya namanya R****n [disembunyikan demi nama baik yang bersangkutan-penulis]. Saya coba jelaskan bahwa mungkin anak itu hanya ingin mengajak bermain, .... Mohon bantuan Ibu. Terima kasih."

Payah.
Tapi jawabannya lebih parah lagi:
"Ibu Yth.,
terima kasih atas pemberitahuan ibu. Perlu kami informasikan pula bahwa di kelas, Audrey sangat mudah menangis. Diajak bercanda pun kadang suka menangis. …"
Duh. Ketika sekarang sudah besar, tentu saya sudah tidak secengeng itu lagi. Tapi tampaknya kecengengannya masih tersisa. Saya termasuk orang yang mudah menangis di bioskop (tentu dengan melihat teman menonton terlebih dahulu) dan bisa tiba-tiba meneteskan air mata saat mendengar lagu yang liriknya bermakna mendalam (“One Sweet Day”, “What’s Going On?”). Tapi saya tidak malu atau minder kok. Saya senang menjadi orang yang sensitif. ;)

2. Saya sering berkhayal
Khayalan itu bisa muncul di otak saya kapan saja.

Di dalam bis kota, saat akan tidur, saat mendengarkan lagu (khayalannya akan berhubungan dengan lirik lagu), kapan pun. Khayalannya bisa bertema apa saja, tapi yang jelas yang indah-indah.

Jadi, kalau suatu saat Anda sedang bersama saya dan melihat saya diam sesaat dengan ekspresi sedikit berubah, mungkin saya sedang berkhayal. Tidak usah bertanya apa yang sedang saya khayalkan, karena kemungkinan terbesar adalah saya tidak akan menceritakannya.

3. Saya orang yang sulit dan lama memutuskan saat berbelanja
Saya jarang berbelanja, walau sebenarnya ingin sering. Bukan karena tidak suka belanja, tapi karena saya sering hanya berjalan-jalan (dalam waktu yang lama) dan melihat-lihat barang tanpa membeli.

Dan kalau sedang beruntung mendapatkan lebih dari satu barang yang menarik, saya akan menghabiskan waktu tambahan yang panjang untuk memutuskan barang yang mana yang akan saya beli.

Plin-plan? Tidak bisa memutuskan? Saya lebih suka menyebutnya penuh pertimbangan.

4. Saya senang menyendiri
Dibandingkan teman-teman perempuan yang lain, mungkin saya orang yang sering pergi kemana-mana sendirian. Seperti yang sudah saya tulis di blog ini, saya menikmati saat-saat melakukan apapun sendirian. Saya sering mendengar ucapan heran teman-teman seperti “Hah? Sendirian?”, “Sendirian aja” setiap kali saya pamit hendak pergi ke suatu tempat sendirian. Tapi saya tidak antisosial. Saya senang juga kok bepergian bersama teman-teman.

Menurut pengalaman saya, saat menyendiri bisa menjadi momen datangnya inspirasi. Apalagi saat bepergian ke tempat-tempat umum seperti stasiun kereta dan mal. Banyak hal kecil yang jarang kita sadari di keseharian, padahal hal kecil itu bisa menjadi pelajaran hidup yang berharga.

5. Saya pernah tidak menyukai nama panggilan saya.
Sejak kecil saya dipanggil dengan sebuah nama yang pernah saya anggap tidak keren. Kesannya terlalu kuno. Saya pernah berpikir untuk mengganti nama panggilan, tapi seiring berjalannya waktu dan mungkin bertambahnya kedewasaan, saya memutuskan untuk tidak melakukannya. Saat ini saya menulis blog dan berbicara di dunia maya dengan nama samaran, tetapi bukan karena masih tidak suka pada nama asli saya. Hanya karena faktor kerahasiaan dan keinginan menyimpan identitas pribadi dari dunia maya. ;)

6. Saya cinta bahasa.
Dari dulu saya senang belajar bahasa. Bahasa apa saja.
  • Dari kecil saya sudah mengenal dan menyenangi bahasa Inggris.
  • Sejak SD pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sudah menjadi favorit saya.
  • Sejak SD saya mulai menulis buku harian.
  • Ketika SMP saya ingin kuliah Sastra Inggris, Sastra Indonesia, atau Jurnalistik.
  • Sejak SMP saya senang membaca karya-karya sastra dan mulai menulis puisi, cerita pendek, dan naskah drama.
  • Sejak SMA saya mulai menulis blog.
  • Saat ini, saya sedang belajar bahasa Perancis.
  • Yang masih ingin saya kembangkan adalah kemampuan berbahasa daerah. Saya ini keturunan Jawa, Sunda, dan Mandailing, tapi tidak bisa satupun dari tiga bahasa daerah asal keturunan tersebut. Yang sedikit bisa hanya bahasa Sunda. Saya ingin lebih menguasai lagi.
Ada sesuatu dalam dunia bahasa dan sastra yang membuat saya jatuh cinta. Entah apa. Mungkin unsur puitis di dalamnya yang menyentuh saya, si orang sensitif. ;) Tidak terkecuali bahasa Indonesia, yang sering membuat saya terpukau. Saya sangat menghargai bahasa dan berusaha menggunakannya sebaik mungkin.

Itulah sebabnya saya paling benci membaca tulisan di media yang acak-acakan, yang mencampur adukkan dua/banyak bahasa. Tadi saya baru saja membaca kalimat yang bunyinya kira-kira ”They thought they were wrong, dan right, mereka emang salah.” Apa sih yang salah dengan “Mereka pikir mereka salah, dan memang benar, mereka salah.”?

Kalau menulis tentang ini bisa jadi panjang. Nanti sajalah.

7. Saya sangat tidak berbakat dalam olahraga.
Saya tidak bisa bermain basket. Lari saya tidak cepat. Saya tidak bisa menservis bola voli. Saya tidak bisa berenang cepat. Kadang saya tidak bisa memukul kok dengan tepat.

Mungkin ada hubungannya dengan postur tubuh saya yang kurang mendukung, tetapi kadang saya merasa memang tidak diberikan kemampuan untuk berolahraga. Apalagi dulu saat pelajaran senam dan lompat tinggi di SD dan SMP. Aduh, sedihnya saat saya tidak bisa melakukan handstand atau melewati palang melintang.

Satu-satunya olahraga yang saya kuasai adalah bersepeda. Dan tenis, tetapi dalam permainan Nintendo Wii. Oya, saya punya stamina dan kemampuan cukup tinggi dalam melakukan dan sit-up dan push-up, yang menjadi kebanggaan saya saat ospek.

8. Minat saya sangat luas.
Saat SD-SMP, saya pernah ingin menjadi penulis, dokter, pramugari, dan presiden.
Kelas 1 SMA, saya ingin menjadi dokter.
Kelas 2 SMA, masih ingin menjadi dokter.
Kelas 3 SMA, saya sempat ingin kuliah Sastra Inggris, Kedokteran, Teknik Industri, Hubungan Internasional, Ekonomi/Bisnis, Arsitektur, Desain Interior, dan (di akhir SMA, beberapa bulan sebelum lulus) akhirnya Teknik Lingkungan.

Waktu Open House Unit di kampus, saya mendaftar unit MBWG (marching band), PSM (paduan suara), Liga Film Mahasiswa (film, fotografi, EO), Stema (teater), U-Green (pecinta lingkungan), SEF (Student English Forum), Boulevard (majalah kampus), dan beberapa unit olahraga. Saya baru merasa bingung ketika harus mengeliminasi banyak unit di antaranya. x) Akhirnya, saya bertahan di Liga Film Mahasiswa sampai sekarang.

Minat yang luas berarti banyak pilihan. Tetapi kadang luasnya minat ini membuat saya bingung sendiri. Di masa SMA sulit sekali memutuskan untuk kuliah dimana, dan akhirnya saya baru memilih untuk masuk ITB di akhir masa sekolah. Dan jurusan saya ambil bukan jurusan yang saya pilih selama tiga tahun terakhir masa SMA (yaitu Kedokteran).

9. Saya cinta dunia teater.
Dari SD sampai SMA saya aktif di kegiatan teater. Bagi saya, berteater adalah kenikmatan dan kepuasan batin. Akting di atas panggung sangat menyenangkan untuk saya. Naskah, mimik, gerak, properti, dialog, kostum, pencahayaan, volume suara tiga kali volume normal, adalah aspek-aspek yang tergabung dalam dunia teater dan semuanya saya cintai.

Sayangnya, di kampus saya saat ini kegiatan teater tidak terlalu hidup sehingga saya beralih ke film. Saya sudah ikut membuat satu film dan bermain dalam dua film, namun kenikmatan yang saya dapatkan berbeda dengan hidup dalam teater. Di film Anda akan memperoleh kenikmatan visual berkat teknologi seperti efek spesial, hasil penyuntingan yang indah, dan kebebasan memutar ulang adegan yang Anda suka. Di pertunjukan teater, Anda akan memperoleh spontanitas, improvisasi dahsyat, gerak yang maksimal, pencahayaan yang dramatis, dan kedekatan dengan dunia yang disuguhkan. Ternyata setelah mencoba keduanya, saya masih merindukan keindahan berteater.

Ah, satu lagi topik yang akan panjang jika saya jabarkan. Tunggu saja tulisan saya tentang topik ini.

10. Saya senang aktif berkegiatan.
Saya mulai senang berkegiatan di sekolah dan kampus sejak SMP. Dulu saya ikut ekstrakurikuler Drama dan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) untuk menjadi pengurus OSIS, walaupun akhirnya tidak berhasil.

Saat SMA saya baru berkesempatan menjadi Sekretaris II OSIS. Juga ikut ekstrakurikuler Kesenian (bidang teater tentunya). Di masa SMA inilah saya mulai aktif berkegiatan, walaupun jarak sekolah dan rumah agak kurang manusiawi (kalau tidak salah sekitar 10-12 kilometer).

Di kampus saya cukup aktif di unit (sebagai pengurus) dan himpunan, kadang-kadang juga kegiatan kemahasiswaan terpusat.

Dan karena tidak lagi tinggal bersama orangtua, kehidupan mulai teratur. Pulang malam, tidur malam, bergadang, kadang tidak makan malam, dan kadang menginap di kampus. Memang saya merasa capek di saat-saat tertentu dan banyak kepentingan pribadi saya yang menjadi terabaikan, tapi banyak juga kesenangan yang saya rasakan. Saya senang merasa berguna dan berkontribusi untuk sekitar. Semoga nanti setelah masa kuliah kebutuhan untuk aktif ini tidak hilang.

Itulah 10 hal yang cukup pribadi tentang saya.

Tugas diteruskan pada Nyt, Alien, Ramdaffe, Vita, dan Yuki. Tapi tugas ini hukumnya sunnah muakad kok, dilakukan bagus, tidak juga tidak apa-apa. :)

January 28, 2007

Listening to: Keane - Sunshine
Feeling: Sleepy
In the mood for: Eating fried rice n chicken served on the table
Adoring: "Kunjungan Cinta"

I FINALLY WATCHED "KUNJUNGAN CINTA"!!!

Sorry, Alien.... :D

Ceritanya begini..
(SPOILER ALERT! Tapi pentasnya juga selesai hari ini sih, jadi ngga akan bisa nonton juga)

Ada sebuah kota yang bernama Kota Goela, kota super miskin, padahal memiliki tambang emas yang pernah bikin penduduknya kaya, tapi lalu tambangnya berhenti beroperasi dan membuat mereka kehilangan sumber keuangan.

Suatu hari penduduk Goela gembira sekali mempersiapkan penyambutan kedatangan Clara Zakanasian, seorang wanita super kaya yang dulunya penduduk kota Goela juga. Mereka berharap Clara mau membantu kota kelahirannya kembali makmur, mengharapkan dana sumbangan.

Harapan mereka ternyata terkabul. Clara menawarkan uang 1 trilyun Rupiah untuk Kota Goela; 500 milyar untuk kota dan sisanya dibagi-bagi ke penduduknya. Kontan penduduk Goela geger, sangat gembira. Namun Clara memberikan satu syarat: uang 1 trilyun itu harus ditukar dengan nyawa seorang tokoh masyarakat, Ilhat Alipredi.

Mulailah dilema dan ironisme melanda kota ini. Semua penduduk sepakat tidak mau menerima hibah itu, demi menghormati dan menyelamatkan Ilhat. Namun dari hari ke hari penampilan mereka semua semakin rapi dan mahal, gaya hidup mereka menjadi mewah dan kebiasaan berhutang barang-barang mahal menjadi umum. Secara implisit digambarkan sikap mereka yang dualis, berlaku sopan dan suportif di hadapan Ilhat namun menerima kebaikan hati Clara Zakanasian yang notabene ingin membunuh Ilhat karena dendam pribadinya 45 tahun yang lalu.

Kebenaran pun diungkap. Clara mengaku membeli tambang emas Goela dan menghentikan operasinya, membeli semua properti dan lahan Goela untuk dirinya, dan dengan sengaja menjerumuskan Goela ke dalam kemiskinan. Semua karena dendam Clara pada Ilhat yang menolak bertanggung jawab atas anak yang dikandungnya.

Akhir cerita, Ilhat mati dibunuh beramai-ramai sama petinggi-petinggi kota.
Tapi dokter kota menyatakan karena serangan jantung.

-----------

Moral of the story : Money talks. Humanism is rubbish, if compared to a bundle of paycheck.

-----------

Now, please allow me to give some amateur review and assessment, based only and only on my personal view.

Secara umum, gw suka banget sama dramanya... Gw puas nontonnya...
Secara keseluruhan, produksinya bagus.

Akting Butet Kartaredjasa keren, I'll give him an A. Ekspresinya pas, ngga berlebihan dan ngga kekurangan. Natural, but at the same time dramatic. He really blends into the character.

Akting Ratna Riantiarno juga bagus, tapi jujur menurut gw agak kalah sama Butet. Tapi dia bisa munculin karakter Clara dengan cukup bagus... I'll praise her with an A--.

Oiya, gw cerita kan ada guru SMP gw yang main di drama ini? Ternyata perannya gede juga lho. Dan mainnya bagus juga. Pelatih teater gw tuh dulu, hahahaha. Beliau main jadi guru yang awalnya menentang penerimaan hibah Clara (secara jujur dan tulus, bukan kayak orang-orang lain yang ngomongnya nolak tapi diem-diem seneng) dan mendorong Ilhat supaya melawan konspirasi ini, tapi akhirnya kalah dan menyerah pada kapitalisme. Beliau akhirnya mendukung juga pembunuhan Ilhat, sementara Ilhatpun tak bisa berkutik dan pasrah. It was fun watching Pak Tono JW playing and enjoying what he says as his second wife (quoting Nirmala magazine who once interviewed him)... Aktingnya bagus Pak, salut.

Yang bikin gw kagum tuh orang yang mainin tokoh reporter beraksen Belanda, lucu abis. Lucu tapi ngga berlebihan, dan aksen suaranya lucu banget. Kalo ngomong huruf J tuh bunyinya "sha" jadi kalo ngomong "baju" kedengarannya "bashu". Bawel abis, pecicilan, tapi ngga berlebihan. Lucu banget.

Gw juga suka banget sama peran 5 orang berbaju hitam dan bermuka putih+bibir item (kayak orang pantomim gitu) yang peran dan tugasnya memvisualisasikan perasaan tokoh-tokoh di suatu adegan sama jadi benda-benda mati. Dan peran mereka asik banget. Pernah jadi pohon, jadi penduduk biasa, dan jadi orang-orang tambahan yang memvisualisasikan tadi. Memvisualisasi disini tuh menggerakkan badan mereka untuk menggambarkan sesuatu. Misalnya, mereka nunduk waktu adegan dan percakapan sedih, ganti posisi saat irama adegan berubah, atau bergoyang ke kiri-kanan waktu adegan mengharukan. Bagus banget menurut gw, dan peran itu menantang bagi gw.

Dan ada satu lagi yang gw kagumin dari Kunjungan Cinta ini, yaitu penataan artistik dan dekor panggungnya. Kereeeen banget. Gw mupeng (muka pengen) abis. Ada tataan toko kelontongnya Pak Ilhat, namanya "Toko Kelontong Alipredi". Detail banget bikinnya, ada segala macem disitu, dan tokonya sendiri bagus. Keren deh. Perfect. Kostumnya tokoh-tokoh juga bagus-bagus... Kerja penata kostumnya bagus (songong abis gw). Oiya, kostumnya Clara Zakanasian ada desainernya sendiri lho. Hehehe...

Satu kekurangan dari drama ini menurut gw adalah satu adegan paduan suara di akhir cerita. Jadi waktu hari penghormatan terakhir Ilhat di latar ada paduan suara gitu, make baju warna-warni dan ngegambarin dualismenya orang-orang Goela. Orang-orang yang datang ke penghormatan itu ngelempar bunga di depan peti matinya, tapi setelah itu memberi hormat ke Clara. Petinggi-petinggi atau tokoh Goela ngangguk-ngangguk sama-sama, seragam. Haha. Ironis. Dan sepanjang adegan itu ada paduan suara nyanyi-nyanyi, yang menurut gw lebih baik ngga ada... Terlalu 'gempita', terlalu heboh. Dan lirik lagunya juga ngga kedengeran jelas... So what's the point? Lebih bagus mungkin kalo adegan penutup itu dilatari musik dan lagunya aja, ngga usah ada paduan suara yang nari-nari. Kayak High School Musical ajah.

Tapi yang pasti, gw terkesan dan kagum banget sama Kunjungan Cinta. Setelah nonton, gw jadi semangat main teater lagi... Sejak SD gw udah ikut ekskul Drama/Teater, dan ngga pernah bosen. Di ITB ini pun gw tadinya pengen ikut Unit STEMA (Studi Teater Mahasiswa), pengen banget, tapi gw kecewa berat waktu ngeliat stand-nya kosong dan ngga ada dekornya sama sekali. Udah gw tungguin beberapa lama (ya gw kan ngga bisa disitu terus), tapi ngga ada orang muncul juga. Ya udah. Ngga ada juga temen-temen gw yg ikutan STEMA, jadi gw ngga dapet info ttg unit ini. Yah, pasrah deh. Mungkin taun depan gw ikut.

Tapi sejujurnya, gw lebih kepengen ikut teater-teater "beneran" yg non-kampus, kayak si Teater Koma ini. Pengen nyari di Bandung. Dulu ikutan teater ini jadi salah satu pertimbangan gw untuk ngga kuliah di luar Jakarta lho... Segitu pengennya gw... Tapi setelah itu gw mutusin untuk kuliah di Bandung, dan jadinya ngga mikirin Teater Koma, dan mikir-mikir untuk nyari komunitas teater di Bandung. Di Bandung ada panggung pertunjukan ngga sih? Masa di Sabuga?

Gw butuh penyaluran hobi, nih... Kangen banget maen drama lagi...

Anyway, I love Teater Koma... I love "Kunjungan Cinta"...
And you guys who didn't have the chance to watch the play, be sure to watch the next play performed by these talented people...