
aryanie amellina
a.k.a. audrey cornu
senang membaca, bertualang, menonton film, dan tidur larut malam. 23 tahun. phlegmatis-melankolis. menganggap diri sendiri romantis.

|
diberi judul: Untuk Orang Yang Saya Kagumi: Marshall Bruce Mathers III : Eminem pada: 17.10.11 pukul:23:57 Lama sekali saya tidak menulis. Terakhir kali, 24 Mei 2010. 1 tahun 5 bulan. Terlalu lama.
Jangan tiru saya, yang mengaku senang menulis tapi nyatanya tidak menuliskan apa-apa. Hahaha. Entah waktu, entah situasi, atau mungkin hanya kebiasaan buruk telah mengubah saya dalam hal ini. Saya jadi penulis yang sangat butuh didorong, dengan dorongan yang sangat kuat (mungkin bisa dibilang paksaan) untuk bisa menulis. Beberapa tweet dan permintaan "nulis lagi dooong" dari beberapa teman masih kurang ampuh buat saya. Dan niat dari diri sendiri nyatanya selalu kalah oleh kantuk, oleh rasa malas, dan sering pula oleh keinginan saya mengubah alamat blog sebelum menulis lagi. Dan nyatanya sampai sekarang belum ditemukan alamat yang pas, hahaha... Tetapi hari ini saya ada di depan layar ini, menulis di dalam tata muka blogger yang baru (yang menyegarkan). Ternyata, butuh satu dorongan dari sebuah akun twitter @G30HM (Gerakan 30 Hari Menulis) untuk membuat saya benar-benar menulis. @G30HM adalah akun yang membuat tantangan untuk menulis setiap hari dalam 30 hari dengan topik yang berbeda tiap minggunya. Dan topik minggu ini adalah orang yang dikagumi. Saya terdorong begitu kerasnya, mungkin ditendang, untuk menulis tentang dirinya. Dan indahnya takdir, hari ini pun hari ulang tahunnya. Jangan ditertawakan, ya. Karena saya tidak tahu emosi apa yang akan muncul selama saya menulis tentang orang ini. Bisa jadi sangat emosional sampai jadi menggelikan. :p Mohon dukungan dan (jika berkenan) komentarnya saja. Karena, hari ini saya berniat menjawab tantangan. Untuk Orang Yang Saya Kagumi: Marshall Bruce Mathers III : Eminem Sebagian besar orang yang mengenal saya pasti sudah mengetahui siapa orang yang saya kagumi. Orangtua, kakak, adik, teman-teman sejak SMP, tahu siapa idola saya. Dia adalah seorang musisi, rapper kelas dunia yang sangat bertalenta dan brilian mengolah kata dalam irama. Dia dipuja oleh sebagian besar masyarakat Amerika, sebagian orang Eropa, sebagian kecil orang Asia, dan (sayangnya) segelintir orang Indonesia. Namanya Marshall Bruce Mathers III. Atau Marshall Mathers. Inisial? MM. M&M. Ketika mencari nama panggung untuk menapaki dunia hip-hop, ia pun memilih versi eksentrik dari inisial M&Mnya. Maka terciptalah: EMINEM. Selanjutnya mungkin saya sebut Em saja, ya. Em dilahirkan tepat 39 tahun yang lalu, 17 Oktober 1972. Tempat kelahirannya adalah Missouri, Amerika Serikat, bukan Detroit seperti yang disangka banyak orang. Em dibesarkan hanya oleh ibunya, Debbie Briggs-Mathers karena ayahnya pergi meninggalkan keluarga saat usia Em baru 1 tahun. Masa kecilnya sulit, Em dan ibunya harus berpindah-pindah tempat tinggal hingga akhirnya menetap di Detroit saat usia Em remaja. Disinilah ia menemukan dunianya, musik rap yang diperkenalkan oleh pamannya, Uncle Ronnie. Ia mulai menjadi rapper di panggung-panggung underground, menjadi salah satu pemenang dalam Rap Olympics, dan membuat rekaman-rekaman demo. Salah satu rekamannya diperdengarkan kepada Dr. Dre, seorang rapper kelas dunia. Dr. Dre tertarik, kemudian dibuatlah album The Slim Shady LP pada tahun 1997. Inilah debutnya di dunia musik. Saya sendiri pertama kali mendengar lagu Em sekitar tahun 2000, ketika video klip "The Real Slim Shady" dari album keduanya ditayangkan di MTV. Saat itu saya masih SMP. Kemudian tak lama muncullah lagu "The Way I Am" dan "Stan". Saya pun tergila-gila. :) Seluruh bagian dari Eminem begitu mempesona bagi saya: musiknya, video klipnya, gayanya, liriknya, emosinya, penampilannya. Semua meluapkan talenta yang luar biasa, kemampuan menulis lirik yang brilian, dan kejujuran yang menyakitkan namun mengagumkan. Saya ingat, saat itu hanya saya dan seorang teman saya yang nge-fans dengan Eminem. Dan lucunya, wajah teman saya itu mirip dengan Em. Kadang kalau bertemu saya mengagumi kemiripan itu, meskipun saat dia bertingkah seolah-olah mirip itu menyebalkan. :p Saya benar-benar fans remaja sejati. Saya mengumpulkan artikel dari majalah Kawanku, memotong, menempelkannya di selembar kertas Concorde tebal, kemudian memasukkannya ke dalam kantong plastik di dalam binder catatan sekolah. Supaya bisa dibaca setiap saat di sekolah, hahahaha :p :p Sampul bening binder saya pun dihiasi pin-up Em. Lirik lagunya saya ambil dari internet, saya print, lalu saya hafalkan sambil mendengarkan lagu-lagunya. Dan dengan bangga saya dapat mengatakan, hingga kini saya hafal lagu-lagu hitsnya sejak album ketiga hingga terakhir. Stan, The Real Slim Shady, The Way I Am, Business, Cleaning Out My Closet, Without Me, Sing For The Moment, Hailie's Song, Just Lose It, Crazy On You, Mockingbird, We Made You, Space Bound, Love The Way You Lie. Saya (dengan gilanya) hafal lagu-lagu itu. Hahaha. Tentu saja tidak seberapa dibandingkan dengan banyaknya total semua lagu Em. :) Satu kenangan yang takkan terlupakan bagi saya adalah ketika SMA. Cerita ini sangat, sangat menggelikan sebenarnya, hahaha. :p Saat itu saya menjadi peserta LKS, Latihan Kepemimpinan Siswa. Sebuah pelatihan untuk menjadi kader OSIS. Kami disuruh membuat buku catatan LKS dengan biodata di halaman pertamanya. Dalam biodata itu kami disuruh menulis "tokoh idola". Dan dengan sepenuh hati (setelah sebelumnya saya berdebat dengan diri sendiri) saya menulis: Eminem. Huahahaha. Dan ketika evaluasi buku itu (dalam suasana mencekam tentunya) seorang senior dengan fenomenalnya berteriak, "Yang bener dong! Masa ada yang nulis tokoh idolanya, EMINEM???" Hahahahaha. Dan saya hanya ngakak dalam hati dan memasang tampang serius+polos (=pura2 ga tau). Sekarang kalau diingat, dodol banget saya waktu itu. :p Sejak SMP hingga SMA, saya memakai alias "Anie Mathers" untuk berbagai macam kesempatan dan media. Jaket kelas ketika 1 SMA semua dibordir nama di bagian dada kanan, dan nama yang saya pilih: sHady. Dari nama lain Em: Slim Shady. Kami membuat CD kompilasi lagu kenangan, dan lagu yang saya pilih: sebuah lagu dari D12, grup rap yang dibuat Em. KEREN banget ga sih saya sebagai fans? xD Kalau ditanya, apa sih yang sebenarnya membuat saya begitu tergila-gila? Pertama, musiknya terdengar begitu mengagumkan di telinga saya. Saya bukan fans musik rap, hanya Em satu-satunya rapper yang saya senangi. Saya kagum dengan talentanya menulis lirik, emosi yang mendalam, irama yang sangat tepat, dan kepiawaiannya bercerita melalui lagu. Ada kedalaman makna yang sangat menyentuh dari semua lagu-lagunya, bagaimana ia bercerita mengenai kehidupannya, mengenai pesan untuk anak muda, bagaimana ia mencintai anaknya Hailie Jade Mathers. Ia dapat menyentuh fans lewat tiap baris lirik, mengajak mereka berpikir mengenai kehidupan, kesetaraan, cinta, melawan kekerasan, menghargai persahabatan persaudaraan, dan kepercayaan, mengajak menjauhi obat-obatan terlarang, mengenal kerasnya dunia penuh publisitas yang sama sekali tidak menyenangkan. Dalam lagu "Stan", ia menceritakan ketergila-gilaan seorang fans pada dirinya, dan betapa sulitnya menjadi figur bagi komunitas remaja yang sebagian besar bermasalah. Lewat lagu "Beautiful", ia mengajak semua fansnya untuk mensyukuri semua yang diberikan Tuhan pada kita, untuk tidak menghakimi seseorang karena kita tak tahu apa yang ia jalani. "Mockingbird" menceritakan kecintaannya yang mendalam pada putrinya, lucu namun mengagumkan cara ia menggambarkannya. Dan tahukah Anda bahwa ia menulis lagu "Mosh", yang berisi kritik mengenai perang Irak? :) Memang banyak lagunya yang dikritik karena memberi pengaruh buruk bagi remaja Amerika. Soal obat-obatan terlarang, cibiran pada kaum homoseksual, perang antar geng, kekerasan, seks bebas. Saya akui memang banyak lagunya yang menceritakan hal-hal tersebut dan saya tidak menyalahkan para orangtua yang resah. Namun jangan anggap terlalu serius cibiran-cibiran ini. Karena mereka tidak ditulis dengan serius. ;) Coba, dia menulis lirik yang menggambarkan dirinya sebagai homophobia, namun kemudian ia berduet dengan Elton John yang seorang gay. Kalau Anda mau tahu, tulisan-tulisan keras itu ditulis oleh alter-ego-nya, yang bernama Slim Shady. Dialah sisi gila dari seorang Eminem, yang senang meledek orang, eksibisionis, dan bermain-main dengan perasaan orang. :p Slim Shady-lah penyebab timbulnya kemarahan sejumlah artis seperti Christina Aguilera dan Mariah Carey yang merasa dihina olehnya. Bahkan kedua artis ini pernah menyanyikan lagu balasan untuk Em. Christina pernah menyanyikan "Will The Real Slim Shady Please Shut Up", sementara Mariah menyanyikan "Obsessed" dengan suara falsetto tapi gaya agak aneh. :p Oh iya, Em memang dikabarkan tergila-gila pada Mariah. Tapi, ini juga, sampai sekarang saya belum yakin 100% soal keseriusannya. :p Britney Spears juga salah satu korban Slim Shady berkali-kali tapi setahu saya tidak pernah membalas. Memang itu jalan yang terbaik, karena toh membalas juga tidak ada gunanya, hahaha. Lebih baik digoda balik aja. Untuk kevulgaran, seluruh albumnya pun sudah diberi tanda "Explicit Content" yang menandakan isi lagu adalah vulgar dan dewasa. Seharusnya pendengarnya sudah bisa membedakan apa yang nyata dan fana, mana yang dapat ditiru dan tidak. ;) Rasa frustrasi akan tudingan-tudingan ini pula yang pernah disebutkan Em dalam lagunya Sing For The Moment: "Music can alter moods and talk to you. But can it unload a gun for you and cock it too? Well if it could, the next time you assault a dude, tell the judges it was my fault, and I'll get sued!" Kita selalu bisa tahu apa yang Em pikirkan dan rasakan melalui lagu-lagunya. Kita tahu apa yang telah, sedang, dan akan terjadi pada dirinya. Dan Eminem memiliki sihir dalam dirinya, kemampuan untuk selalu mengejutkan fans yang membuat saya tidak akan pernah bosan dan meninggalkannya. Banyak komentar dari orang di sekitar saya, "apa sih bagusnya Eminem?" "Hah, lo suka Eminem?". Bahkan seorang teman pernah berkomentar (setelah menyanyikan versi pribadi lagu "Lose Yourself"-versi pribadinya sangat keren!): "Abis, seorang Anie, ngefans sama Eminem? Eminem, gitu!!" Hahaha, saya setuju sih, mungkin apa yang terlihat dari luar dari diri saya, apa yang saya ucapkan, kegiatan yang saya lakukan, memang tidak sinkron dengan kecintaan pada Eminem. Hahahahaha. Tapi, tampaknya itulah anomali dalam diri saya. Dan apapun yang orang bilang saya akan tetap setia. :) Dia terlalu fenomenal bagi saya. Tak terasa, sudah 11 tahun. Saat ini, 11 tahun kemudian, saya masih menjadi fans setia Eminem. Saya masih mendengarkan lagu-lagunya di handphone saya, masih menonton video klip dan penampilan langsungnya, masih menyanyikan liriknya, masih mengikuti kabar berita darinya. Saya mendoakan ketika dulu ia melawan ketergantungannya pada obat-obatan terlarang, juga mendoakan ketika dia istirahat dari dunia musik untuk menyembuhkan diri dari ketergantungan obat tidur. Kini saya masih berdoa kuat-kuat untuk kesembuhannya secara permanen, supaya ia kembali pergi tur keliling dunia (karena tur dunia memancing keinginan meminum obat tidur). Karena apa? Saya ingin sekali menontonnya langsung di atas panggung. Bernyanyi bersamanya dan menyalakan korek api pada lagu-lagu lambat. Mencari kesempatan ke belakang panggung dan bertemu langsung. Dan tentu saya berdoa supaya jika saat itu benar-benar terjadi, saya tidak pingsan. Kini ia bersih dan telah kembali bernyanyi. Album terbarunya sukses luar biasa. Ia hidup bersama anaknya yang berusia 15 tahun sekarang, sehat, cantik, dan (dari bio twitternya) bahagia. Kini, menambah daftar panjaaang anugerahnya (termasuk Grammy dan OSCAR untuk lagu di film yang dibintanginya "8 Mile"), ia dinominasikan untuk European Music Awards. Iya, tentu saya mengirim vote untuknya. ;) Selamat ulang tahun, Marshall Mathers. Selamat hari lahir, Eminem. Jangan pernah berhenti berkarya. Dan saya masih bermimpi untuk menontonmu langsung di atas panggung. 17 Oktober 2011. Aryanie Amellina Mathers ;) ![]() |
|
|
diberi judul: Waktu pada: 24.5.10 pukul:14:50 |
|
|
diberi judul: kontemplasi pada: 20.5.10 pukul:10:47 (aku disini bukan aku) tik tik titik-titik bening, kaca jadi basah dari kering hening dirimu menyublim tik tak jangan lakukan itu gelisah menghantui, itu aku sudah tahu dan ketak sepatu tak mengindahkan tanyaku tak juga satu tik tok terus berputar, sayang ia terus berputar namun berbatas tak akan menahan bahkan sebuah sentuhan jika saatnya tiba jika diri tak sanggup lagi mengerti titik kontemplasi adalah kemewahan bagai milik burung bebas yang menyapa wajah dalam sangkar emas namun jangan sekarang, sayang kau kecap manis kemewahan itu karena aku disini karena aku disini Mei 2010 Labels: fiksi |
|
|
diberi judul: Pertemuan pada: 14.2.10 pukul:00:45 Malam sudah larut.
Sudah bukan jam bertamu, sudah tak patut. Aku ragu di depan tertutupnya pintu. Gaung suara bertalu-talu, jauh di ruang yang terasa begitu kosong. Entah darimana, bahkan aku tak mengenalinya. "Dia tak akan menolak hadirmu." Maka pintu itu kuketuk, lalu aku masuk. Senyap. Dan burung hantu pun menguhu, seakan dia tahu. Tahu keresahan ini menggila di dalam hati. Seribu kata agung. Puji kuucapkan lewat lidah yang terlanjur kelu, sungguh aku tak mampu. Mata kami beradu. Tapi aku melihat senyuman hangat. Begitu hangat, seakan kami begitu dekat. Seakan diriku bisa merasakan bumi berputar. Keringat dingin mungkin muncul. Diriku pun tak merasa. Ragu dan gagu. Hati tersayat sembilu. Lalu kami bicara. Entah siapa yang memulai, alam sadar lupa menerima impulsnya. Nyaman, seperti sepasang kawan lama. Tiba-tiba aku terisak. Dan Dia mengelusku di kepala. Kemudian aku tergelak. Dia menemaniku tertawa. "Aku rindu." Akhirnya. Tapi suaraku tercekat. Malu? "Tapi aku selalu disini. Tak pernah pergi." "Aku tahu. Entah. ... Mungkin aku yang tak tahu diri." "Tak apa. Aku disini." Lalu Dia merengkuhku. Dan aku pun diam di pelukan-Nya. Hangat. Aku terbangun tanpa diri-Nya. Tapi nyaman itu masih disana. Aku menengok ke pintu itu. Di atas secarik kertas dua baris tulisan terbaca. Sederhana saja, tanpa puitisasi apa-apa. Bunyinya, "Aku selalu disini. Kapan pun kau butuh Aku." Hangat itu merasuk ke dalam hati. Bersemayam disana. Kuharap selamanya. Labels: fiksi |
|
|
diberi judul: Menuliskan Apa yang Terlintas di Pikiran pada: 3.9.09 pukul:01:52 Restoran sunyi. Tak ada suara terdengar kecuali dari jangkrik yang bernyanyi dan hewan malam yang bercakap-cakap dengan bahasa tubuh dan sinar mata yang memantulkan cahaya bulan. Tak ada suara manusia, bahkan dari dua orang yang duduk bersama di sana.
Maya dan Praha menempati meja pojok. Sudah dua puluh menit berlalu sejak mereka duduk dalam diam. Kesunyian sungguh mengusik. Kecanggungan meningkahi, membuat keduanya tak sanggup menyatakan apapun yang terlintas di pikiran. Bahkan untuk bernapas pun mereka ragu, sehingga tiap tarikan napas diatur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan suara.
Maya bergidik. Udara telah terlalu dingin. Praha menatap lembut wanita di depannya. Menuntaskan kesunyian.
"Mau pulang?"
Maya diam.
Aku tidak mau pulang. Karena pulang berarti berpisah dengan kamu. Karena aku tidak tahu kapan bisa bertemu kamu lagi seperti saat ini. Saat aku bisa dekat dengan kamu. Meskipun diam. Meskipun aku dan kamu sama-sama tak tahu apa-apa.
Maya diam. Lalu meraih dompet untuk membayar makanannya.
|
|
|
diberi judul: Mencari Setitik Embun - Bagian II pada: 8.6.09 pukul:02:18 Orang bertanya sana-sini,
"Bagaimana?" Ingin sekali ia menjawab pasti, "Semua baik-baik saja." Ditambah seulas senyum andalan. Dimana kalian, Wahai pemicu-pemicu gairah? Para pengubah nasib! Disini ia butuh kalian. Meski ia sendiri masih bertanya-tanya, siapa atau apa. Wahai yang menghidupkan semua yang mati suri. Malaikat pembawa lilin saat dingin. Kemari, kemari. Sebelum ia mati karena dirinya sendiri. Labels: curhat |
|
|
diberi judul: Mencari Setitik Embun - Bagian I pada: pukul:02:07 Alunan musik dan lirik
Senin sampai Jumat Tak ada bisik-bisik Semua sudah dikenal dekat sampai penat Pensil dan kertas, kesayangannya Huruf, angka, huruf saja Tak bergambar, seperti biasa Apa pesonanya perlahan meniada? Udara sejuk membuat gerah Bahkan yang seperti rumah membikin jengah Labels: curhat |
|
|
diberi judul: Tentang Air Mata pada: 29.3.09 pukul:11:29 Sesak
Terlalu penuh di dalam sini Ruang hati tak sanggup lagi memberi Tumpangan Pertahanan Kekuatan menyembuhkan Sebenarnya sungguh ia tak diinginkan Namun ia sudah jatuh Terus tak terkendali Berjalan turun perlahan Seakan ragu untuk menyusuri jalan Memahami hati yang masih tak ingin Meski akhirnya memilih untuk membiarkannya dibelai angin Kau ucapkan kata Empat huruf saja Namun adakah berarti lagi? Karena ia sudah jatuh Dan meninggalkan bekas di hati |
|
|
diberi judul: The Beatles - All You Need Is Love pada: pukul:01:49 Love, love, love.
Love, love, love, love, love, love. Love, love, love. Love, love, love, love, love, love. Love, love, love: It's easy! Ooh! There's nothing you can do that can't be done. Nothing you can sing that can't be sung. Nothing you can say but you can learn how to play the game It's easy. There's nothing you can make that can't be made. No one you can save that can't be saved. Nothing you can do but you can learn how to be you in time It's easy. All you need is love All you need is love, All you need is love. Love is all you need. There's nothing you can know that isn't known. Nothing you can see that isn't shown. Nowhere you can be that isn't where you're meant to be. It's easy. All you need is love All you need is love, All you need is love, love Love is all you need. |
|
|
diberi judul: Crita - Bagian II pada: pukul:00:24 "Siapa?" Mulut-mulut brahmana.
"Aku Srikandi. Putri Prabu Drupada dan Dewi Gandawati." Tegak ia berdiri. Angin di sekitarnya berhenti. Menanti ia berkata lagi. "Apa maksudmu?" Brahmana. "Cukup aku dan para dewa yang mengerti. Tak perlu kalian tahu." "Tetapi ini Arjuna. Kami berhak tahu. Dan siapa kamu, mengaku nomor satu?" Pada brahmana para dewa berkisah lagi, "Srikandi seorang senapati dalam Pandawa. Sesungguhnya mungkin ia seorang yang satria pula, hanya ia tak menyadari. Dalam Mahabharata Bumi Manusia dikisahkan, Arjuna telah lama mengenalnya. Diajarkannya pada Srikandi ilmu panah dan yang lain yang dikuasainya. Arjuna telah memberi banyak tanpa menyadarinya." "Tapi itu tidak berarti ia lebih pantas daripada para dewi." Pikat dewi luar biasa. Ataukah itu hasrat, yang tercermin di mata mereka? Bijaksana. Para dewa terdiam sejenak lalu bicara. "Hanya satu yang ingin kami tahu." Debar jantung Srikandi serupa derik gerinda. Apa ia siap dipermalukan, di hadapan para brahmana? Namun kegundahan tak ditunjukkannya. "Yakinkah yang ada di hatimu, ataukah semata nafsu ingin menantang dunia?" Barisan krisan menanti jawaban. Lebah madu menunggu. Dan Srikandi bersemu laksana buah surga yang memikat hati Adam. "Selama ini aku mencari dan menanti. Dari setiap yang datang dan pergi. Belum pernah aku menemukan lagi. Mungkin menurutmu aku tidak sebanding dengan para dewi. Tetapi tidak apa yang ada di dalam hati. Hanya kesungguhan yang ada disini." "Dan belum pernah niatku sekuat ini." Para dewa bangga. Brahmana diam, meskipun wajah mereka tidak bahagia. Angin memperoleh kembali kekuatannya. Lebah madu dan barisan krisan terbuai menatap awan. Srikandi tersenyum. Dan sungguh belum pernah ia tersenyum seperti itu. |
|