hereshetalks.blogspot.com

disini saya bicara. menjadi senyawa dengan kata. berharap makna itu ada.



saya
GWK kecil
aryanie amellina
a.k.a. audrey cornu

senang membaca, bertualang, menonton film, dan tidur larut malam. 23 tahun. phlegmatis-melankolis. menganggap diri sendiri romantis.

tweets




jejak

ShoutMix chat widget

favorit
Pramoedya Ananta Toer
Dee
Teka-teki silang
Film komedi romantis

tetangga
"tok, tok"
Adisti Dini Indreswari
Aliendheasja Fawilia
Anggaputra Perdana H.
Ayu Utami
Mangasi Napitupulu
Oktavina Qurrota Ayun
Puti Karina Puar
Putlie
Ramda Yanurzha
Sherwin Tobing

Punya blog? Beri tahu saya di ShoutBox :)

terima kasih!
© * étoile filante
inspiration/colours: mintyapple
icons: cablelines
reference: x / x

catatan masa lampau
03/01/2004 - 04/01/2004
04/01/2004 - 05/01/2004
05/01/2004 - 06/01/2004
06/01/2004 - 07/01/2004
07/01/2004 - 08/01/2004
08/01/2004 - 09/01/2004
09/01/2004 - 10/01/2004
10/01/2004 - 11/01/2004
12/01/2004 - 01/01/2005
10/01/2005 - 11/01/2005
11/01/2005 - 12/01/2005
01/01/2006 - 02/01/2006
12/01/2006 - 01/01/2007
01/01/2007 - 02/01/2007
02/01/2007 - 03/01/2007
03/01/2007 - 04/01/2007
04/01/2007 - 05/01/2007
05/01/2007 - 06/01/2007
06/01/2007 - 07/01/2007
07/01/2007 - 08/01/2007
08/01/2007 - 09/01/2007
09/01/2007 - 10/01/2007
11/01/2007 - 12/01/2007
05/01/2008 - 06/01/2008
08/01/2008 - 09/01/2008
11/01/2008 - 12/01/2008
03/01/2009 - 04/01/2009
06/01/2009 - 07/01/2009
09/01/2009 - 10/01/2009
02/01/2010 - 03/01/2010
05/01/2010 - 06/01/2010
10/01/2011 - 11/01/2011

diberi judul: Menuliskan Apa yang Terlintas di Pikiran
pada: 3.9.09
pukul:01:52


Restoran sunyi. Tak ada suara terdengar kecuali dari jangkrik yang bernyanyi dan hewan malam yang bercakap-cakap dengan bahasa tubuh dan sinar mata yang memantulkan cahaya bulan. Tak ada suara manusia, bahkan dari dua orang yang duduk bersama di sana.


Maya dan Praha menempati meja pojok. Sudah dua puluh menit berlalu sejak mereka duduk dalam diam. Kesunyian sungguh mengusik. Kecanggungan meningkahi, membuat keduanya tak sanggup menyatakan apapun yang terlintas di pikiran. Bahkan untuk bernapas pun mereka ragu, sehingga tiap tarikan napas diatur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan suara.


Maya bergidik. Udara telah terlalu dingin. Praha menatap lembut wanita di depannya. Menuntaskan kesunyian.


"Mau pulang?"


Maya diam.


Aku tidak mau pulang. Karena pulang berarti berpisah dengan kamu. Karena aku tidak tahu kapan bisa bertemu kamu lagi seperti saat ini. Saat aku bisa dekat dengan kamu. Meskipun diam. Meskipun aku dan kamu sama-sama tak tahu apa-apa.


Maya diam. Lalu meraih dompet untuk membayar makanannya.

Labels: ,



komentar? / ke atas