hereshetalks.blogspot.com

disini saya bicara. menjadi senyawa dengan kata. berharap makna itu ada.



saya
GWK kecil
aryanie amellina
a.k.a. audrey cornu

senang membaca, bertualang, menonton film, dan tidur larut malam. 23 tahun. phlegmatis-melankolis. menganggap diri sendiri romantis.

tweets




jejak

ShoutMix chat widget

favorit
Pramoedya Ananta Toer
Dee
Teka-teki silang
Film komedi romantis

tetangga
"tok, tok"
Adisti Dini Indreswari
Aliendheasja Fawilia
Anggaputra Perdana H.
Ayu Utami
Mangasi Napitupulu
Oktavina Qurrota Ayun
Puti Karina Puar
Putlie
Ramda Yanurzha
Sherwin Tobing

Punya blog? Beri tahu saya di ShoutBox :)

terima kasih!
© * étoile filante
inspiration/colours: mintyapple
icons: cablelines
reference: x / x

catatan masa lampau
03/01/2004 - 04/01/2004
04/01/2004 - 05/01/2004
05/01/2004 - 06/01/2004
06/01/2004 - 07/01/2004
07/01/2004 - 08/01/2004
08/01/2004 - 09/01/2004
09/01/2004 - 10/01/2004
10/01/2004 - 11/01/2004
12/01/2004 - 01/01/2005
10/01/2005 - 11/01/2005
11/01/2005 - 12/01/2005
01/01/2006 - 02/01/2006
12/01/2006 - 01/01/2007
01/01/2007 - 02/01/2007
02/01/2007 - 03/01/2007
03/01/2007 - 04/01/2007
04/01/2007 - 05/01/2007
05/01/2007 - 06/01/2007
06/01/2007 - 07/01/2007
07/01/2007 - 08/01/2007
08/01/2007 - 09/01/2007
09/01/2007 - 10/01/2007
11/01/2007 - 12/01/2007
05/01/2008 - 06/01/2008
08/01/2008 - 09/01/2008
11/01/2008 - 12/01/2008
03/01/2009 - 04/01/2009
06/01/2009 - 07/01/2009
09/01/2009 - 10/01/2009
02/01/2010 - 03/01/2010
05/01/2010 - 06/01/2010
10/01/2011 - 11/01/2011

diberi judul: Pertemuan
pada: 14.2.10
pukul:00:45


Malam sudah larut.
Sudah bukan jam bertamu, sudah tak patut.
Aku ragu di depan tertutupnya pintu.

Gaung suara bertalu-talu, jauh di ruang yang terasa begitu kosong.
Entah darimana, bahkan aku tak mengenalinya.
"Dia tak akan menolak hadirmu."

Maka pintu itu kuketuk, lalu aku masuk.

Senyap.
Dan burung hantu pun menguhu, seakan dia tahu.
Tahu keresahan ini menggila di dalam hati.

Seribu kata agung.
Puji kuucapkan lewat lidah yang terlanjur kelu, sungguh aku tak mampu.
Mata kami beradu.
Tapi aku melihat senyuman hangat.
Begitu hangat, seakan kami begitu dekat.

Seakan diriku bisa merasakan bumi berputar.
Keringat dingin mungkin muncul.
Diriku pun tak merasa.
Ragu dan gagu.
Hati tersayat sembilu.

Lalu kami bicara.
Entah siapa yang memulai, alam sadar lupa menerima impulsnya.
Nyaman, seperti sepasang kawan lama.

Tiba-tiba aku terisak.
Dan Dia mengelusku di kepala.
Kemudian aku tergelak.
Dia menemaniku tertawa.

"Aku rindu." Akhirnya.
Tapi suaraku tercekat. Malu?

"Tapi aku selalu disini. Tak pernah pergi."

"Aku tahu.
Entah.
...
Mungkin aku yang tak tahu diri."

"Tak apa. Aku disini."

Lalu Dia merengkuhku.
Dan aku pun diam di pelukan-Nya.
Hangat.

Aku terbangun tanpa diri-Nya.
Tapi nyaman itu masih disana.

Aku menengok ke pintu itu.
Di atas secarik kertas dua baris tulisan terbaca.
Sederhana saja, tanpa puitisasi apa-apa.
Bunyinya,
"Aku selalu disini.
Kapan pun kau butuh Aku."

Hangat itu merasuk ke dalam hati.
Bersemayam disana.
Kuharap selamanya.

Labels:



komentar? / ke atas